Logo
Cetak halaman ini

Candi Burung

Candi Burung Candi Burung

Situs Candi Burung terletak di Desa Candi Burung, Kecamatan Proppo, Pamekasan . lokasi candi berada di tengah sawah dan candi sudah dalam kondisi tidak utuh yakni berupa reruntuhan bebatuan. Diperkirakan candi ini dibangun pada sekitar abad ke-16 masehi, awal masuknya ajaran agama Islam ke Pamekasan.

Pada situs terdapat beberapa arca Hindhu yang ditemukan Dul Ahmad. Arca yang ditemukan pernah berupaya dipindahkan, tetapi sebagian warga tidak setuju karena di tempat patung yang ditemukan itu memang merupakan bekas bangunan candi. Sejarawan Pamekasan, Sulaiman Sadik, menyatakan, wilayah Kabupaten Pamekasan memang pernah berada di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit sebelum Islam masuk ke Madura. “Burung” merupakan istilah bahasa Madura yang artinya adalah gagal. Gagalnya pembangunan candi di Desa Candi Burung tersebut, karena pada saat yang bersamaan, ajaran agama Islam juga mulai menyebar luas di Pamekasan yang juga berpusat di wilayah Kecamatan Proppo, yakni di Desa Jambringin.Hal ini ditandai dengan adanya situs “Langgar” yakni sejenis musalla dan menjadi tempat ibadah umat Islam di rumahnya masing-masing akan tetapi terbuat dari kayu. Langgar itu bernama langgar Gayam. Ironisnya arca di situs bersejarah ini hilang dicuri pada Oktober 2009. Menurut Suheb, salah seorang aparat desa setempat, sejak patung itu ditemukan oleh warga bernama Dul Ahmad tidak diperhatikan sama sekali. "Wong masyarakat di sini sudah berpikir tidak ada gunanya," terang Suheb.

Web site dan seluruh isi © 2013 - BPWS | Badan Pengembangan Wilayah Surabaya Madura | Jl. Tambak Wedi No 1, Kenjeran, Surabaya 60125 - Indonesia | Telp. (031)51503070 | Fax. (031)51503070
bpws.go.id is best viewed in resolution 1280px using Internet Explorer 8.x or higher, Mozilla Firefox 10.x or higher, Safari 5.1 or higher, Chrome 18 or higher, or equivalent browser software.