Log in

Peran Ulama Dalam Masyarakat Madura

Petuah ulama merupakan obat bagi  setiap masalah dalam hal  apapun karena ulama adalah  orang  yang  berpengetahuan  luas  kepadanya  mereka  banyak  belajar  dan  meminta nasihat  dalam  setiap  seluk  beluk  kehidupan masyarakat  dari  urusan  agama  sampai  urusan sosial. 

Seiring  perannya  para  ulama  di wilayah Madura, memiliki  peran  yang  sangat  besar sekali  untuk  itu  banyaknya  upaya  yang  dilakukan  oleh  para  ulama  di  Madura  untuk mempertahankan  budaya masyarakat Madura  yang merupakan  budaya  agamis,  diantaranya diadakannya pengajian rutin yang diwajibkan di  ikuti oleh semua warga serta pembangunan pondok pesantren yang jumlahnya cukup besar yang tersebar dibeberapa wilayah di Madura. Berkaitan dengan nilai moral yang  ada di masyarakat Madura  tentunya  tidak  lepas dari peran  serta  para  ulama,  dimana  peran    sosial  kiai/ulama  dapat  dilihat  Dalam  masyarakat agamis  dalam  menghalangi  orang  yang  hendak  melakukan  carok.  Pihak  yang  akan melakukan  carok  biasanya  lebih dulu datang  kerumah  kiai/ulama  untuk meminta  restu  dan nasihat. Bila kiai tidak merestuinya dapat dipastikan mereka tidak akan melanjutkan rencana carok itu. 

Penelitian  ini bertujuan untuk Mendiskripsikan konsep kepemimpinan para ulama dalam upaya pembinaan moral masyarakat Madura untuk mempertahankan budaya  santri berbasis agamis, permasalahan yang dihadapi para Ulama dalam upaya pembinaan moral masyarakat Madura  untuk mempertahankan  budaya  santri  berbasis  agamis,  peran  ulama  dalam  upaya pembinaan moral masyarakat Madura untuk mempertahankan budaya santri berbasis agamis. Untuk  mencapai  tujuan  tersebut  ,  penelitian  dilaksanakan  dengan  mengunakan pendekatan  kualitatif  dengan  jenis    pendekatan  penelitian  etnografi  .  pendekatan  etnografi yang dimaksud disini merupakan variasi yang  sangat besar dari praktisi dan metode. Yang secara  umum  mempunyai  arti  pengamatan-berperan  serta  sebagai  bagian  dari  penelitian lapangan.  data  diperoleh  melalui  penggalian  data  dengan  cara  wawancara,  observasi  dan dokumentasi.  Data  yang  telah  diperoleh  dianalisis  dengan  cara  reduksi  data,  penyajian paparan  data  dan  kesimpulan. Dan  keabsahan  dengan  cara  triangulasi,  dan  diskusi  dengan teman sejawat. 

Konsep  para  Ulama  mengenai  pembinaan moral  masyarakat  Madura  untuk  mempertahankan  budaya  santri  berbasis  agamis  dengan Bentuk   Membina moral masyarakat agar selalu berpegang  teguh kepada kaidah  islam yang sesuai  dengan  ajaran  Al-Quran.  Pembinaan  moral  masyarakat  oleh  ulama  sesuai  dengan kebiasaan  santri  yang  selalu  dekat  dengan  islam,  yang  dibiasakan  untuk  selalu  berpegang pada  Al-Quran  untuk  menjalankan  perintah  Allah  dengan  baik  dan  benar  dan  senantiasa menjauhi  larangannya serta menanamkan nilai-nilai moral yang sesuai dengan hukum  islam dengan menerapkan  nilai-nilai  agamis  dan menjalankan makna  yang  ada  dalam Al-Quran Permasalahan  yang  dihadapi  para  Ulama  dalam  upaya  pembinaan  moral  masyarakat Madura  untuk  mempertahankan  budaya  santri  berbasis  agamis  salah  satunya    Keadaanmasyarakat  yang  moralnya  sudah  mulai  terpengaruh  oleh  kemajuan  tekhnologi  seperti pengunaan Televisi dengan  tayangan sinetron yang kebanyakan ditiru oleh golongan remaja merupakan  hambatan  dalam membina moral masyarakat Madura. Hal  yang  dilakukan para  Ulama  dalam  upaya  pembinaan  moral  masyarakat  Madura  untuk  mempertahankan budaya santri berbasis agamis nyata yang dekat dengan kehidupan masyarakat yaitu dengan mengadakan  pengajian  rutin  yang  berfungsi  untuk  beribadah  kepada  Allah  dan  menjalin silaturrahmi antar masyarakat.

Dari  berbagai  temuan  penelitian  ini,  dapat  disampaikan  saran  ; Ulama  dalam perannya  sebagai  pengawal  moral  bagi  masyarakat  Madura  diharapkan  dapat  membina masyarakat Madura  yang  islami  karena Dalam  ajaran  islam  ulama mempunyai  kedudukan yang sangat tinggi dan peran yang sangat penting dalm kehidupan umat sehingga diharapkan dapat  terbentuk  pribadi  yang  bermoral  sesuai  dengan  kaidah  agama  islam, Hubungan sinergi  dan  hubungan  dialogis  antara  ulama  dan masyarakat  sangat  perlu  agar masyarakat Madura  yang  bermoral  tercapai  di  Madura  untuk  dapat  mempertahankan  budaya  santri berbasis  agamis  (3)  Jajaran  pemerintah  lebih  berperan  aktif  terhadap  kegiatan  keagamaan masyarakat Madura sehingga tercipta hubungan yang baik dalam status masyarakat Madura,

Selengkapnya di dalam kategori ini: « Masyarakat Religius Madura
Sportbook sites http://gbetting.co.uk/sport with register bonuses.